GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Mualem Tunjuk Muhammad Riza Nurdin Jadi Direktur Komersial PT PEMA, Ini Rekam Jejaknya


Tinta Rakyat Nusantara.Com, Banda Aceh – Gubernur Aceh Muzakkir Manaf atau Mualem menunjuk Muhammad Riza Nurdin sebagai Direktur Komersial PT Pembangunan Aceh (PEMA) Perseroda. Penunjukan ini menjadi perhatian karena Riza tidak hanya memiliki pengalaman di bidang penelitian dan manajemen risiko, tetapi juga pernah terlibat dalam tim pemenangan Mualem-Dek Fadh pada Pilkada Aceh 2024.

Riza mengisi posisi Direktur Komersial yang sebelumnya dijabat Faisal Ilyas, yang telah diangkat menjadi Direktur Utama PT PEMA pada 10 Agustus 2026.

Selain Riza, Mualem juga menetapkan Lukman Age sebagai Direktur Umum dan Keuangan. Keduanya dijadwalkan mulai menjalankan tugas pada Senin (19/10/2026).

Penunjukan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan usaha perusahaan daerah, memperluas jaringan kemitraan, serta membuka peluang investasi yang berpotensi meningkatkan pendapatan dan perekonomian Aceh.

Nama Muhammad Riza Nurdin tercatat dalam lingkaran politik Aceh. Ia pernah menjadi anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Aceh Mualem-Dek Fadh pada Pilkada 2024.

Riza juga dikenal memiliki kedekatan dengan pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS). Dokumentasi kebersamaan keduanya saat berada di Tanah Suci sempat beredar di ruang publik, termasuk foto dengan gestur dua jari yang dikaitkan dengan pasangan nomor urut 02 pada Pilkada Aceh 2024.

Meski memiliki pengalaman dalam aktivitas politik, rekam jejak Riza juga mencakup bidang profesional, mulai dari evaluasi program, penelitian, manajemen risiko hingga kerja sama internasional.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Riza pernah menjadi anggota Komite Manajemen Risiko di BUMN PT Semen Baturaja Tbk pada periode 2025–2026.

Ia juga memiliki pengalaman sebagai konsultan evaluasi untuk sejumlah lembaga internasional, antara lain International Organization for Migration (IOM), United Nations Development Programme (UNDP), UN Women, United Nations Environment Programme (UNEP), Save the Children, dan Japanese Red Cross.

Pengalaman penelitian Riza turut melibatkan International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), Ritsumeikan University di Jepang, Konrad Adenauer Stiftung (KAS) Singapura pada 2021–2023, serta Universiti Malaya di Kuala Lumpur pada 2019–2020.

Dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascatsunami, Riza juga pernah bekerja sebagai staf senior bidang monitoring dan evaluasi untuk American Red Cross dan British Red Cross pada 2006.

Kariernya di luar negeri mencakup pengalaman sebagai asisten pribadi Executive Director Delta Express Freight Forwarding di Kairo, Mesir, serta penerjemah bahasa Arab–Indonesia dalam ajang Cairo International Fair.

Dari sisi pendidikan, Riza menempuh studi sarjana di Universitas Al-Azhar, Mesir, dengan bidang Studi Islam dan Bahasa Arab.

Ia kemudian meraih gelar magister Kajian Asia Tenggara dari University of Passau, Jerman, sebelum menyelesaikan pendidikan doktoral bidang Kajian Asia Tenggara di University of New South Wales (UNSW), Australia.

Riza juga disebut menguasai enam bahasa, yakni Arab, Inggris, Jerman, Aceh, Indonesia, dan Melayu.

Latar pendidikan serta pengalaman lintas negara tersebut menjadi modal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan bisnis PT PEMA. Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada kemampuan jajaran direksi menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi program kerja, kemitraan usaha, dan hasil bisnis yang terukur.

Salah satu sektor yang berpotensi menjadi perhatian PT PEMA adalah energi, termasuk peluang ekonomi yang berkaitan dengan kegiatan Mubadala Energy di lepas pantai Aceh.

Meski demikian, peluang investasi di sektor tersebut tidak serta-merta menjadi keuntungan bagi perusahaan daerah. Dibutuhkan strategi bisnis yang matang, pemetaan peluang usaha, koordinasi dengan pemangku kepentingan, serta tata kelola investasi yang profesional agar PT PEMA dapat mengambil manfaat secara optimal.

Sebagai Direktur Komersial, Riza akan menghadapi tantangan untuk memperluas sumber pendapatan perusahaan, membangun kemitraan strategis, dan memastikan setiap peluang bisnis memiliki perhitungan yang jelas serta memberikan manfaat bagi daerah.

Saat dimintai tanggapan mengenai penunjukannya, Muhammad Riza menyatakan kesiapannya menjalankan amanah yang diberikan oleh pemegang saham PT PEMA, yakni Gubernur Aceh Muzakkir Manaf.

Ia juga meminta doa dan dukungan masyarakat Aceh agar dapat melaksanakan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Ini tugas berat, mohon doa dan dukungannya agar dapat berbuat yang terbaik untuk rakyat Aceh sesuai visi misi Mualem-Dek Fadh, yaitu Islami, Maju, Bermartabat dan Berkelanjutan,” kata Riza.

Penunjukan Riza menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya, dari pengalaman di bidang penelitian, evaluasi program, dan kerja sama internasional menuju pengelolaan bisnis perusahaan daerah.

Publik kini menanti langkah konkret jajaran direksi baru PT PEMA. Bukan hanya dari sisi perluasan jaringan dan penjajakan investasi, tetapi juga dari hasil kinerja perusahaan, transparansi pengelolaan, serta kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

(Zainal/Red).

Komentar0

Type above and press Enter to search.