GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Bunda Erni Dorong Anak Aceh Timur Tuntas Pendidikan 13 Tahun, Anak Rentan Putus Sekolah Jadi Perhatian


Tinta Rakyat Nusantara.Com, ACEH TIMUR – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Aceh Timur, Ny. Erni Handayani T. Zainal Abidin, S.Keb., mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan hingga tuntas selama 13 tahun.

Hal tersebut disampaikan Bunda Erni dalam pertemuan monitoring dan evaluasi implementasi strategi Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan itu melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur, perwakilan camat, serta sejumlah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan.

Dalam pertemuan tersebut, Erni menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak yang wajib dipenuhi. Menurutnya, upaya memastikan anak tetap bersekolah harus menjadi perhatian bersama, mulai dari pendidikan dasar hingga jenjang menengah.

Ia juga menyoroti dampak banjir hidrometeorologi yang melanda Aceh beberapa bulan lalu. Bencana tersebut tidak hanya memengaruhi kehidupan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu keberlanjutan pendidikan anak, terutama dari keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi.

Kondisi ekonomi pascabencana, lanjutnya, dapat membuat sebagian orang tua kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Karena itu, diperlukan langkah nyata melalui pendataan, identifikasi masalah, serta penanganan terhadap anak-anak yang berisiko putus sekolah.

“Tugas kita sebagai pemerintah adalah mendata dan menuntaskan permasalahan ini. Jika bukan kita, siapa lagi yang peduli terhadap nasib anak-anak Aceh Timur?” tegas istri Wakil Bupati Aceh Timur tersebut.

Bunda Erni menekankan, pendataan menjadi langkah penting agar pemerintah dan pihak terkait dapat mengetahui kondisi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan data yang akurat, upaya penanganan diharapkan lebih tepat sasaran sehingga kesulitan ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak untuk melanjutkan pendidikan.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi dan mengambil langkah konkret untuk mendukung pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun di Kabupaten Aceh Timur.

Usai mengikuti kegiatan tersebut, Bunda Erni melanjutkan kunjungan kepada salah satu warga di Gampong Lueng Peut, Kecamatan Madat, yang diketahui memiliki rumah tidak layak huni.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatiannya terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan, khususnya warga yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan tempat tinggal.

Agenda Bunda Erni kemudian dilanjutkan dengan menghadiri undangan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Taklim Qalbu Salim, Gampong Lueng Peut, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, perhatian terhadap pendidikan anak dan kondisi sosial masyarakat menjadi bagian dari agenda yang dijalankannya di tengah masyarakat.

(Zainal/Red).

Komentar0

Type above and press Enter to search.