Tinta Rakyat Nusantara.Com, Pontianak – Sejumlah Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Kabupaten Kayong Utara mengikuti kegiatan shadowing atau pembelajaran langsung praktik baik kepemimpinan sekolah di SD Negeri 09 Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran selama 10 hari yang berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Pontianak, mulai 10 hingga 19 Oktober 2026.
Adapun praktik pembelajaran bersama kepala sekolah mentor di satuan pendidikan dilaksanakan selama empat hari, yakni pada 12, 14, 15, dan 16 Oktober 2026.
Program tersebut dibimbing oleh Rita Darnila dan Faizal dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), dengan enam peserta BCKS Kabupaten Kayong Utara dan Ibu Nurbaini Sipahutar, S.Pd sebagai Mentor peserta BCKS.
Keenam peserta tersebut berasal dari sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Kayong Utara, yakni Eka Juniati, S.Pd., dari SDN 12 Pelerang; Isratul Fahmi, S.Pd., dari SDN 03 Teluk Melano; Praptiwi, S.Pd.; Hakim Sudianto dari SDN 07 Sungai Mata Mata; Roji Agus dari SDN Pemangkat; serta Abdul Rasip, S.Pd., dari SDN 13 Parit Jali.
Melalui kegiatan shadowing ini, para peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung praktik kepemimpinan kepala sekolah, pengelolaan satuan pendidikan, pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta strategi peningkatan mutu pendidikan.
Kepala SDN 09 Pontianak Tenggara, Nurbaini Sipahutar, S.Pd., menegaskan bahwa sekolah merupakan replika masyarakat masa depan. Oleh karena itu, sekolah harus terus berkembang dengan mengoptimalkan kompetensi seluruh sumber daya yang dimiliki.
Menurut Nurbaini, peningkatan kualitas pendidikan perlu diawali dengan membangun jiwa dan budaya sekolah yang positif, kemudian diperkuat melalui kepemimpinan yang berintegritas.
Kepala sekolah tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendorong seluruh warga sekolah untuk terus berkembang.
Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan persyaratan pendidikan dan pelatihan bagi guru yang akan menduduki jabatan kepala sekolah.
Persiapan tersebut dinilai penting agar calon kepala sekolah memiliki bekal kompetensi yang memadai dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan.
Dalam pemaparannya, Nurbaini turut merujuk pada regulasi yang disebutnya sebagai Permendikbud Nomor 7 Tahun 2025 terkait persyaratan pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah serta perolehan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP).
Ketentuan tersebut perlu dipastikan kesesuaiannya dengan regulasi yang berlaku sebelum dijadikan rujukan hukum dalam publikasi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tugas kepala sekolah mencakup tiga aspek utama, yaitu manajerial, pengembangan kewirausahaan, serta supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan.
Ketiganya diarahkan untuk mendukung peningkatan mutu sekolah berdasarkan delapan Standar Nasional Pendidikan.
“Kompetensi kepala sekolah mencakup keterampilan, pengetahuan, nilai, dan sikap yang terefleksikan dalam kebiasaan berpikir serta bertindak sehari-hari.
Seorang kepala sekolah harus berintegritas, peka terhadap situasi, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan menyiapkan sekolah menghadapi tantangan,” ujar Nurbaini.
Ia berharap pengalaman berbagi praktik baik tersebut dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk mengembangkan kepemimpinan sekolah yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Melalui program ini, para BCKS Kabupaten Kayong Utara diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mampu memahami penerapan praktik kepemimpinan secara langsung di lingkungan sekolah.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat diadaptasi sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Dengan demikian, kegiatan shadowing ini diharapkan turut memperkuat kesiapan calon kepala sekolah dalam membangun tata kelola pendidikan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kayong Utara serta wilayah Kalimantan Barat secara luas.
(Ria/Editor: Red)




Komentar0