Tinta Rakyat Nusantara.Com, Singkawang — Komandan Sesko TNI, Marsekal Madya TNI M. Khairil Lubis, S.H., turun langsung ke lapangan meninjau kegiatan penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dilaksanakan para Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LVI Sesko TNI di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu (2/9/2026).
Kehadiran pejabat tinggi TNI tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap aksi nyata para Pasis sekaligus menegaskan pentingnya keterlibatan dan sinergi lintas lembaga dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Dalam kunjungan tersebut, Dansesko TNI didampingi Dosen Ahli Sesko TNI Brigjen TNI A. Solihin, Danrem 121/Abw, serta Kepala BPBD Kota Singkawang.
Rombongan kemudian meninjau lokasi di kawasan Jalan Arteri Bandara Singkawang. Di lokasi tersebut, tujuh Pasis Dikreg LVI Sesko TNI tengah melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan Karhutla sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Selain melihat langsung kegiatan para Pasis, Dansesko TNI juga melakukan diskusi bersama Ketua BPBD Kota Singkawang dan Lurah Pangmilang. Diskusi tersebut membahas langkah penanggulangan Karhutla, mulai dari aspek taktis di lapangan hingga pentingnya integrasi kebijakan antarlembaga.
“Penanganan Karhutla tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergi lintas sektoral, mulai dari TNI, pemerintah daerah, BPBD, jajaran aparatur kelurahan hingga masyarakat, adalah kunci utama agar edukasi pencegahan dan penanggulangan api berjalan cepat serta tepat sasaran,” tegas M. Khairil Lubis.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya mengandalkan tindakan ketika kebakaran telah terjadi, tetapi harus diperkuat melalui edukasi, kesiapsiagaan, koordinasi serta keterlibatan aktif masyarakat.
Kehadiran jajaran pimpinan Sesko TNI di lapangan juga menjadi bagian dari upaya memastikan hasil kajian dan analisis para Pasis Dikreg LVI tidak berhenti pada tataran akademis, tetapi dapat diselaraskan dengan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, para calon pemimpin TNI diharapkan mampu merumuskan solusi yang aplikatif terhadap berbagai persoalan strategis, termasuk ancaman Karhutla yang masih menjadi salah satu tantangan lingkungan dan kebencanaan di Kalimantan Barat.
Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, BPBD, aparatur kewilayahan dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam membangun sistem pencegahan Karhutla yang lebih efektif, cepat dan berkelanjutan. (TRN/Red)


Komentar0