GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Polda Kalbar Edukasi Mahasiswa Baru ITEKES Muhammadiyah Cegah Karhutla


Tinta Rakyat Nusantara.Com, KUBU RAYA – Direktorat Binmas Polda Kalimantan Barat memberikan edukasi tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada mahasiswa baru Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Muhammadiyah Kalbar.

Edukasi tersebut disampaikan dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Gedung Kibagus Hadi Kusumo, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polda Kalbar memperkuat kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pencegahan Karhutla. Materi yang diberikan tidak hanya membahas larangan pembakaran lahan secara sembarangan, tetapi juga dampak kebakaran terhadap lingkungan, kualitas udara, aktivitas masyarakat hingga kesehatan.

Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Kalbar Kompol Anne Tria Sefyna, S.H., S.I.K., menyampaikan sejumlah langkah pencegahan Karhutla kepada mahasiswa baru.

Mahasiswa diingatkan agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Mereka juga didorong untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran atau titik api di lingkungan sekitar.

Langkah cepat dalam menyampaikan informasi dinilai penting agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin sehingga api tidak semakin meluas.

Selain aspek lingkungan, materi yang disampaikan juga menyoroti dampak Karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

Asap kebakaran dapat menurunkan kualitas udara serta mengganggu aktivitas masyarakat, terutama ketika kebakaran berlangsung dalam skala luas.

Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai langkah perlindungan diri ketika kondisi udara terdampak asap. Salah satunya dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi aktivitas di kawasan yang dipenuhi asap, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kualitas udara.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., mengatakan generasi muda memiliki posisi strategis untuk membantu menyampaikan informasi mengenai pencegahan Karhutla kepada masyarakat.

Menurut Bambang, edukasi tidak cukup hanya dilakukan oleh aparat maupun pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat.

“Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran penting dalam menyampaikan kembali edukasi yang diterima kepada lingkungan sekitar. Kami mengajak seluruh mahasiswa untuk bersama-sama mencegah Karhutla dan peduli terhadap kesehatan serta lingkungan,” ujar Bambang.

Ia menegaskan, pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat, kata dia, dapat mengambil peran melalui tindakan sederhana, salah satunya dengan tidak melakukan pembakaran ketika membuka atau membersihkan lahan.

Keterlibatan mahasiswa dalam menyebarluaskan informasi tersebut diharapkan dapat memperluas kesadaran masyarakat mengenai bahaya Karhutla.

Melalui kolaborasi antara aparat, institusi pendidikan, mahasiswa, dan masyarakat, upaya pencegahan Karhutla di Kalimantan Barat diharapkan semakin kuat, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan sehat. (TRN/Red)


Komentar0

Type above and press Enter to search.