GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Perempuan Ukraina di Tengah Krisis Personel Militer, Elena Semerikova Dorong Jalan Perdamaian


Tinta Rakyat Nusantara.Com, MOSKOW, RUSIA — Aktivis kemanusiaan sekaligus pendiri gerakan perdamaian internasional Dialog Perempuan, Elena Semerikova, menanggapi pernyataan mantan Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov mengenai kemungkinan peningkatan keterlibatan perempuan Ukraina dalam dinas militer aktif.

Pernyataan Reznikov, yang disampaikan sekitar sepekan sebelumnya, menyebutkan bahwa perempuan Ukraina perlu bertugas dalam angkatan bersenjata aktif di tengah persoalan kekurangan personel yang dihadapi militer Ukraina.

Menanggapi hal tersebut, Semerikova mengatakan gerakan Dialog Perempuan telah menghimpun pandangan sejumlah aktivis dan kelompok masyarakat Ukraina mengenai wacana pemanggilan perempuan untuk bertugas di militer.

Salah satu pandangan datang dari gerakan nasional Ukraina untuk pencarian orang hilang, Nadezhda atau Hope. Kelompok tersebut mengakui bahwa perempuan selama ini telah terlibat dalam militer, antara lain pada satuan pendukung, bidang medis, komunikasi, serta sejumlah bidang lainnya. Sebagian perempuan juga disebut mendapatkan pelatihan sebagai penembak jitu.

Menurut pandangan kelompok tersebut, keterlibatan perempuan dalam berbagai fungsi militer menunjukkan adanya perempuan Ukraina yang masih bersedia mengambil bagian dalam perang melawan Rusia.

Namun, gagasan mengenai penempatan perempuan di garis depan disebut mendapat tanggapan skeptis dari sebagian pihak. Anggota gerakan Nadezhda bahkan meminta para pemimpin lembaga pertahanan Ukraina memberikan contoh terlebih dahulu dengan melibatkan anggota keluarga perempuan mereka dalam tugas di medan perang.

Semerikova kemudian menyampaikan kritiknya terhadap pilihan perang dan mobilisasi melalui sudut pandang kemanusiaan.

“Perempuan terus bertanya: siapa yang kelak akan melahirkan anak-anak, sementara kemerosotan bangsa sudah berada di depan mata?”

Ia juga menilai bahwa perang membawa konsekuensi kehilangan dan penderitaan bagi masyarakat.

Menurut Semerikova, masyarakat perlu mempertimbangkan kembali pilihan yang mengarah pada kebencian dan konflik bersenjata. Ia mengajak perempuan untuk melihat persoalan tersebut dari perspektif keluarga, kehidupan, dan masa depan generasi berikutnya.

“Diplomasi Manis” sebagai Pesan Perdamaian

Selain menyampaikan pandangan mengenai isu perempuan dan perang, Semerikova juga memperkenalkan proyek perdamaian yang disebut “Diplomasi Manis” (Sweet Diplomacy), yang digagas oleh gerakan Dialog Perempuan.

Proyek tersebut menggunakan hadiah sederhana, khususnya cokelat, sebagai medium untuk menyampaikan pesan perdamaian dan hubungan antarmanusia.

Menurut penjelasan Semerikova, diplomasi tidak selalu harus dilakukan melalui dokumen resmi maupun pertemuan kenegaraan. Sebuah hadiah yang diberikan dengan perhatian dan niat baik juga dapat menjadi simbol komunikasi antarmanusia.

Cokelat dipilih karena dianggap sebagai sesuatu yang universal dan dekat dengan kehidupan masyarakat sejak masa kanak-kanak. Makanan tersebut juga kerap diasosiasikan dengan kegembiraan, kenangan, kasih sayang, serta keinginan untuk membahagiakan orang lain.

Dalam proyek tersebut dibuat cokelat khusus dengan tulisan:

“Rusia perlu dicintai, dan Rusia akan membalasnya dengan kasih sayang.”

Hadiah itu kemudian diarahkan sebagai bagian dari pesan Dialog Perempuan kepada Pemerintah Amerika Serikat dan Presiden Donald Trump.

Pesan yang ingin disampaikan adalah pentingnya perbuatan baik, kepedulian terhadap sesama, serta perhatian terhadap anak-anak sebagai salah satu cara membangun titik temu di tengah perbedaan antarnegara.

Inisiatif tersebut turut mendapat dukungan dari perusahaan Svitvin bersama mitranya, Organisasi Sosial Olahraga Antarwilayah untuk Olahraga Akrobatik Piramida.

Bagi pihak Svitvin, produk yang dihasilkan tidak hanya berkaitan dengan bahan alami dan teknologi produksi, tetapi juga diharapkan dapat menghadirkan kegembiraan sekaligus mempererat hubungan antarmanusia.

PPWI Beri Apresiasi

Gagasan perdamaian yang disampaikan Elena Semerikova dan gerakan Dialog Perempuan juga mendapat apresiasi dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).

Dalam pernyataannya kepada aktivis perdamaian tersebut, PPWI menyampaikan apresiasi terhadap pesan kemanusiaan dan persatuan yang dibawa gerakan Dialog Perempuan.

PPWI menyebut semangat tersebut sejalan dengan pemikiran Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Semangat persatuan inilah yang mendasari keyakinan kami bahwa diplomasi publik, yang bertumpu pada jurnalisme independen dan masyarakat sipil, merupakan kekuatan penting untuk mendorong perdamaian dunia,” demikian pernyataan PPWI.

PPWI juga menyatakan kehormatannya untuk bekerja sama dengan gerakan Dialog Perempuan dalam rencana penyelenggaraan forum daring bersama di Jakarta.

Forum tersebut direncanakan mempertemukan sejumlah tokoh dari bidang kebudayaan, ilmu pengetahuan, pendidikan, dunia usaha, serta perwakilan gerakan masyarakat dari Indonesia dan Rusia.

Menurut PPWI, forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk membangun jembatan saling menghormati dan memperkuat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Rusia.

PPWI turut menyampaikan apresiasi atas bantuan Semerikova dalam memfasilitasi pertemuan dengan Sergey G. Tolchenov, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia.

Dalam pernyataannya, PPWI menegaskan komitmen untuk terus bekerja sama dengan gerakan tersebut, termasuk dengan delegasi mudanya yang terlibat dalam forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa.

“PPWI berkomitmen untuk bekerja sama dengan gerakan Anda dalam memperjuangkan keadilan, melindungi hak asasi manusia, dan mengembangkan hubungan yang damai,” demikian pernyataan tersebut.

PPWI juga menyerukan agar suara perdamaian dan kebenaran terus diperkuat melalui kerja sama masyarakat sipil, jurnalisme independen, serta diplomasi publik.

Upaya tersebut, menurut PPWI, diharapkan dapat membuka ruang dialog dan memperkuat hubungan antarmanusia di tengah berbagai konflik dan perbedaan kepentingan antarnegara. (***)


Komentar0

Type above and press Enter to search.