Tinta Rakyat Nusantara.Com, Ketapang — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi perhatian di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Di tengah upaya pemadaman, personel gabungan Polres Ketapang bersama TNI, Brimob dan BPBD turut mengambil langkah preventif dengan membagikan masker gratis kepada masyarakat.
Pembagian masker dilakukan kepada pengguna jalan di sekitar lokasi Karhutla, Jalan Ketapang–Tumbang Titi Km 8, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Senin (7/9/2026).
Kegiatan dipimpin Padal Regu III IPTU AJP Daulay selaku Kasat Binmas Polres Ketapang dan Padal Regu IV IPTU Hasonangan Lubis, S.AP., S.H., selaku Kasikum Polres Ketapang. Sebanyak 52 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari Polres Ketapang, Polsek Matan Hilir Selatan, Brimob Ketapang, TNI AD dan BPBD Kabupaten Ketapang.
Selain membagikan masker, petugas menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran dalam membuka maupun membersihkan lahan. Pengguna jalan yang melintas di kawasan terdampak asap juga diminta meningkatkan kewaspadaan.
Langkah tersebut dilakukan karena dampak Karhutla tidak hanya menyangkut kerusakan lahan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan keselamatan pengguna jalan akibat asap yang ditimbulkan.
Di lokasi yang sama, personel gabungan tetap melakukan pemadaman dan pembasahan. Hasil pengecekan sementara menunjukkan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare. Hingga kegiatan berlangsung, sekitar 1,5 hektare telah berhasil dipadamkan dan dilakukan pembasahan.
Kondisi lahan yang sebagian merupakan kawasan gambut menjadi tantangan tersendiri. Bara yang masih tersimpan di dalam lahan membuat proses pembasahan harus dilakukan secara berulang guna mencegah api kembali muncul.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman api, tetapi juga pada perlindungan masyarakat yang terdampak.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla dengan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi terdampak asap,” tegasnya.
Menurut Kapolres, jajaran Polres Ketapang bersama TNI, BPBD dan instansi terkait akan terus melakukan pemantauan serta penanganan hingga kondisi di lokasi dinyatakan aman.
Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan keberadaan titik api sekecil apa pun. Jika menemukan indikasi kebakaran, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin.
Penanganan Karhutla, kata dia, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pencegahan sejak awal dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus mengurangi dampak asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.
“Stop bakar lahan” bukan sekadar imbauan, tetapi menjadi bagian penting dalam upaya bersama menjaga lingkungan, kualitas udara dan keselamatan masyarakat. (TRN/Red)

Komentar0