Tinta Rakyat Nusantara.Com, Sanggau — Doa dan ikhtiar masyarakat Muslim di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, melalui pelaksanaan Sholat Istisqa akhirnya disambut turunnya hujan setelah wilayah tersebut dilanda kemarau dalam beberapa waktu terakhir.
Sholat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan munajat umat Islam kepada Allah SWT agar diberikan hujan di tengah kondisi kemarau yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat, hewan, serta tumbuh-tumbuhan.
Pelaksanaan Sholat Istisqa tidak hanya dilakukan di tingkat kecamatan, tetapi juga di sejumlah daerah hingga desa dan dusun. Kaum Muslimin berkumpul di halaman masjid dan tempat terbuka untuk melaksanakan sholat serta memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan.
Di Kecamatan Sekayam, doa tersebut kemudian diiringi turunnya hujan. Kondisi ini disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat karena hujan sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air sekaligus membantu mengatasi dampak kemarau dan kabut asap.
Sebelumnya, kemarau yang berlangsung cukup lama menyebabkan berbagai aktivitas masyarakat terganggu. Selain berkurangnya ketersediaan air, kabut asap juga sempat menyelimuti sejumlah wilayah sehingga mengganggu jarak pandang dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.
Dalam kondisi jarak pandang yang terbatas, masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat harus meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang dapat menurun hingga sekitar 10–15 meter.
Turunnya hujan membawa perubahan yang cukup berarti. Kabut asap berangsur menghilang, kualitas udara membaik, sementara kebutuhan air masyarakat mulai kembali terpenuhi.
Bagi masyarakat, turunnya hujan setelah pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi momentum untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan sumber daya alam.
Masyarakat berharap hujan yang turun dapat menjadi awal berakhirnya musim kemarau dan kondisi lingkungan di wilayah Sekayam serta daerah lainnya di Kalimantan Barat kembali normal.
“Sesungguhnya Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya. Karena itu, ikhtiar, doa dan rasa syukur harus terus dilakukan,” demikian harapan masyarakat.
(Vj/Red).

Komentar0