GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Denmark Dukung Rencana Otonomi Maroko untuk Sahara, Persisma Beri Apresiasi


Tinta Rakyat Nusantara.Com, KOPENHAGEN, DENMARK — Dukungan internasional terhadap rencana otonomi Maroko untuk menyelesaikan persoalan Sahara kembali mendapat penguatan. Denmark menyatakan apresiasi terhadap inisiatif otonomi yang ditawarkan Maroko dan menilainya sebagai salah satu dasar yang kredibel dan serius dalam upaya mencari penyelesaian politik yang dapat diterima seluruh pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen seusai bertemu dengan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika dan Warga Maroko di Luar Negeri, Nasser Bourita, di Kopenhagen, Sabtu (5/9/2026).

Rasmussen menyebut posisi Denmark sejalan dengan perkembangan di tingkat Uni Eropa serta menyambut baik Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) Nomor 2797.

Ia juga menilai proposal otonomi Maroko sebagai sebuah inisiatif yang serius dan memberikan kontribusi penting terhadap proses politik yang berada di bawah fasilitasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sikap tersebut dinilai menjadi perkembangan penting dalam dinamika diplomasi internasional terkait Sahara, sekaligus memperkuat dorongan terhadap penyelesaian melalui jalur politik dan diplomatik.

Persisma Sambut Dukungan Denmark

Perkembangan tersebut mendapat apresiasi dari Indonesia-Morocco Sahara Brotherhood atau Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma).

Presiden Persisma, Wilson Lalengke, menyambut positif sikap Denmark yang mendukung pendekatan diplomasi dalam penyelesaian persoalan Sahara.

Menurut Wilson, dialog dan penghormatan terhadap kepentingan masing-masing pihak merupakan bagian penting dalam mencari solusi atas persoalan teritorial yang telah berlangsung lama.

“Dukungan Denmark terhadap rencana otonomi Maroko merupakan bukti bahwa pendekatan dialogis berbasis saling menghormati dapat menjadi jalan untuk menyelesaikan sengketa yang sensitif,” ujar Wilson dari Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Tokoh pers nasional tersebut mengatakan, upaya diplomasi yang ditempuh Maroko bersama negara-negara mitranya perlu ditempatkan dalam kerangka pencarian perdamaian dan stabilitas kawasan.

Ia menambahkan, Persisma akan terus mendukung berbagai upaya diplomatik yang mendorong hubungan persahabatan antarbangsa serta penyelesaian konflik melalui cara-cara damai.

“Langkah-langkah strategis yang dilakukan Maroko bersama para mitranya di panggung internasional, seperti Denmark dan PBB, merupakan pijakan penting untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan,” katanya.

Wilson juga menilai perkembangan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi penyelesaian berbagai konflik teritorial di belahan dunia lainnya.

Diplomasi dan Penyelesaian Damai

Wilson menegaskan bahwa penyelesaian persoalan Sahara membutuhkan pendekatan yang mengedepankan dialog, kebijaksanaan, keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Menurutnya, diplomasi tidak semata-mata menyangkut kepentingan politik antarnegara, tetapi juga bagaimana menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat di wilayah yang disengketakan memperoleh masa depan yang lebih baik.

“Perdamaian sejati lahir dari kesediaan untuk memahami dan menghormati perbedaan,” ujarnya.

Ia berpandangan bahwa dukungan terhadap proses diplomasi perlu diarahkan untuk mencegah konflik berkepanjangan dan membuka ruang bagi tercapainya solusi politik yang berkelanjutan.

“Upaya Maroko dan Denmark menunjukkan bahwa diplomasi yang berlandaskan kejujuran dan saling menghormati dapat menjadi fondasi bagi perdamaian global. Dunia membutuhkan lebih banyak contoh seperti ini, di mana kekuatan moral dan intelektual mengalahkan ambisi politik sempit,” kata Wilson.

Dengan adanya dukungan Denmark, dinamika diplomasi mengenai Sahara kembali menjadi perhatian internasional. Namun, penyelesaian akhir persoalan tersebut tetap membutuhkan proses politik yang melibatkan para pihak terkait melalui mekanisme yang berada di bawah kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Tim/Red)

Komentar0

Type above and press Enter to search.