Tinta Rakyat Nusantara.Com, LANDAK – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Tim Penyuluhan Mabes TNI turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Bengawan Ampar, Kecamatan Kuala Behe, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu berlangsung di lahan milik warga bernama Jhonatan, Dusun Pansi, Desa Bengawan Ampar. Sosialisasi dipimpin Kolonel Nomi Angkasa selaku Ketua Tim Penyuluhan, didampingi Mayor Guntur serta Babinsa Koramil 1210-07/Air Besar.
Penyuluhan tersebut turut dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta warga setempat.
Materi yang disampaikan berfokus pada langkah-langkah pencegahan Karhutla, khususnya bahaya membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab agar masyarakat dapat menyampaikan kondisi dan persoalan yang dihadapi di lapangan.
Masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terlebih kondisi cuaca kering dapat meningkatkan risiko api cepat menyebar apabila terjadi kebakaran.
Dandim 1210/Landak Letkol Inf Doni Prasetyo, S.Hub.Int., M.I.P., menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“TNI bersama seluruh unsur terkait akan terus hadir memberikan edukasi dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Api harus dicegah sejak awal, karena ketika sudah membesar akan lebih sulit untuk dikendalikan,” tegasnya.
Menurutnya, TNI akan terus membantu masyarakat, termasuk dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Landak.
Ia mengajak masyarakat menjaga lahan dan lingkungan serta menghindari praktik pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Mari kita jaga lahan dan lingkungan bersama, jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Pencegahan lebih utama daripada penanganan setelah api meluas,” tambahnya.
Edukasi di tingkat desa dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kewaspadaan masyarakat. Dengan pencegahan sejak dini, potensi munculnya titik api di tengah kondisi kering diharapkan dapat ditekan sebelum berkembang menjadi Karhutla yang lebih luas. (TRN/Red)


Komentar0