GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Bayar Pakai Sampah, Great Bandung Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah


Tinta Rakyat Nusantara.Com, BANDUNG — Semangat menjaga kebersihan dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah mewarnai peringatan Hari Jadi Kota Bandung ke-216. Komunitas Great Bandung bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menggelar kegiatan bertema “Bazaar Bayar Pakai Sampah” di Balai Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 33 pelaku UMKM yang mewakili 30 kecamatan di Kota Bandung. Selain bazar dengan konsep pembayaran menggunakan sampah, kegiatan juga dirangkai dengan lomba kreativitas membuat dan menghias tong sampah, lomba menyanyikan jingle Bank Sampah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pemeriksaan dan pemberian 1.000 kacamata secara gratis.

Pesta masyarakat tersebut turut dimeriahkan pentas seni dari berbagai komunitas, mulai dari anak-anak hingga kelompok lansia, serta wahana permainan anak.

Acara dibuka oleh Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan dan dihadiri sejumlah unsur, antara lain perwakilan anggota DPR dan DPD, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, perangkat daerah terkait, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, para donatur, pelaku UMKM serta tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Umum Great Bandung, Dr. Kikit Wirianti Sugata, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang telah memasuki pelaksanaan kelima sejak Great Bandung berdiri pada 2022.

“Acara ini adalah acara tahunan yang kelima sejak berdirinya Great Bandung pada tahun 2022. Acara ini diselenggarakan bersamaan dengan Hari Jadi Kota Bandung,” ujar Kikit.

Menurutnya, Great Bandung bergerak secara mandiri dengan mengedepankan semangat gotong royong. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap program pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah melalui edukasi pengelolaan sampah.

Kikit menilai edukasi mengenai sampah tidak cukup dilakukan sekali. Masyarakat perlu terus diberikan pemahaman agar budaya memilah sampah, khususnya sampah organik dan anorganik, dapat dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.

“Edukasi harus dilakukan berulang agar masyarakat semakin sadar terhadap penanganan sampah, dengan memilah sampah organik dan anorganik mulai dari rumah,” katanya.

Ia menegaskan, sampah sebenarnya memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

“Sampah itu berkah dan punya nilai jika pengelolaannya dilakukan dengan benar. Selain membantu masyarakat, lingkungan Kota Bandung pun akan menjadi lebih bersih, aman, tenteram, dan jauh dari penyakit,” ungkap Kikit.

Sekretaris Komunitas Great Bandung, Siswi Turana, menjelaskan konsep “Bayar Pakai Sampah” memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menukarkan sampah anorganik yang mereka miliki dengan berbagai kebutuhan.

Sampah yang dapat ditukarkan antara lain plastik, kertas, kaca, logam, minyak jelantah dan jenis sampah lainnya.

“Sesuai dengan temanya, masyarakat bisa datang untuk menukarkan sampah anorganiknya, seperti plastik, kertas, kaca, logam, minyak jelantah dan lain-lain, minimal satu kilogram dengan kebutuhan yang diinginkannya, dan bisa juga diuangkan,” ujar Siswi.

Menurutnya, konsep tersebut bukan semata-mata transaksi, tetapi bagian dari edukasi agar masyarakat mulai membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah.

“Kegiatan ini sekaligus mengedukasi masyarakat agar memiliki budaya memilah sampah mulai dari rumah, agar sampah menjadi lebih bermanfaat,” katanya.

Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, masyarakat merupakan motor utama dalam penanganan sampah.

“Penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, motor utamanya adalah masyarakat semua. Penanganan sampah jika dilakukan di hilir saja akan sia-sia, tetapi harus dari hulunya. Hilir dan hulunya harus ditangani dengan baik. Hulunya itu adalah warga masyarakat,” tegas Farhan.

Farhan mengungkapkan, volume sampah di Kota Bandung saat ini mencapai sekitar 1.800 ton per hari. Pemerintah, kata dia, tengah mengupayakan berbagai langkah untuk menangani persoalan tersebut dari hulu hingga hilir.

Di tingkat masyarakat, pemerintah antara lain menyiapkan skema GASLAH atau petugas pemilah di setiap RW serta mendorong pembuatan lubang kompos yang terstandarisasi di setiap RT.

“Pemerintah juga akan membuat komitmen penanganan sampah untuk energi di Legok Nangka dalam bentuk sampah yang sudah dipilah,” ujarnya.

Farhan menekankan, cita-cita mewujudkan Bandung bebas sampah tidak akan tercapai apabila hanya mengandalkan pemerintah.

“Untuk mewujudkan Bandung bebas sampah ini tidak bisa dilakukan sendiri, tapi harus dibantu warga masyarakat,” tegasnya.

Direktur Great Bandung, John Sumual, mengatakan komunitas tersebut merupakan komunitas warga Kota Bandung yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan, khususnya dalam penanganan persoalan sampah.

Great Bandung berdiri pada 2022 dan bersekretariat di Jalan Lombok, Bandung. Komunitas tersebut memiliki visi bergerak bersama pemerintah untuk menjadikan Bandung juara, dengan misi ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui edukasi pengelolaan sampah yang benar dan melibatkan partisipasi masyarakat.

“Komunitas Great Bandung adalah komunitas Kota Bandung yang peduli tentang kebersihan, khususnya menangani masalah sampah. Berdiri pada tahun 2022, bersekretariat di Jalan Lombok, Bandung,” ujar John.

Selain kegiatan tahunan bersama Pemerintah Kota Bandung, Great Bandung juga membangun Bank Sampah Induk yang berlokasi di Gang Bahim No. 6, Pajagalan, Bandung.

John mengatakan kegiatan pengelolaan sampah juga dilakukan secara rutin setiap Jumat di sejumlah kelurahan dan kecamatan dengan membuka layanan bank sampah. Saat ini, menurut dia, telah terbentuk 11 bank sampah unit.

“Di bank sampah ini, masyarakat bisa menukarkan hasil penjualan sampahnya dengan uang tunai atau langsung dimasukkan ke rekening Bank BNI tanpa biaya administrasi,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Bandung ke-216 tersebut ditutup dengan pentas seni yang melibatkan berbagai komunitas, pengumuman pemenang lomba, serta doa yang dipimpin Direktur Great Bandung John Sumual.

Adapun pemenang lomba UMKM kuliner yakni Juara I UMKM Kecamatan Coblong, Juara II UMKM Kecamatan Arcamanik, dan Juara III UMKM Daun Nara Kecamatan Buah Batu.

Sementara untuk lomba menghias tong sampah, Juara I diraih Kecamatan Bandung Kidul, Juara II Kecamatan Cicendo, dan Juara III Kecamatan Kiaracondong.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa persoalan sampah bukan sekadar urusan membuang dan mengangkut, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku masyarakat sejak dari rumah.

Great Bandung. Bandung Maju. Wus… Wus… Wus!

(TRN/Red).

Komentar0

Type above and press Enter to search.