GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Anggaran Sudah Ditransfer, Tapi Tak Dipakai, Prabowo Pertanyakan: Ke Mana Uang Itu?


Tinta Rakyat Nusantara.Com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyoroti pengelolaan anggaran pemerintah daerah yang dinilai belum optimal. Presiden mengungkapkan masih terdapat anggaran yang telah ditransfer pemerintah pusat ke daerah, namun tidak digunakan secara maksimal untuk pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Prabowo menegaskan pemerintah pusat perlu memastikan setiap rupiah anggaran negara digunakan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kebijakan pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD).

Menurut Prabowo, terdapat anggaran pemerintah daerah yang justru tersimpan di perbankan atau tidak dapat direalisasikan akibat persoalan di tingkat pemerintahan daerah.

“Kadang-kadang aneh, uang oleh pemda itu tidak digunakan. Kita ada bukti. Ditaruh di bank, ada macam-macam. Atau ada konflik antara bupati sama DPR. Antara gubernur sama DPR. Jadi uang sudah kita transfer. Gak dipakai,” kata Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, Rabu (16/9/2026).

Presiden menilai kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena tujuan transfer anggaran ke daerah adalah mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah memang memiliki kewenangan mengelola anggaran berdasarkan kebutuhan dan prioritas daerah. Namun, menurut Prabowo, kewenangan tersebut harus diikuti dengan penggunaan anggaran yang efektif, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Prabowo juga menyinggung pembangunan infrastruktur dasar di tingkat desa. Ia mempertanyakan mengapa pembangunan fasilitas dasar seperti jembatan masih belum terealisasi di sejumlah wilayah, meskipun pemerintah telah menyalurkan anggaran ke daerah dan desa selama bertahun-tahun.

“Ini desentralisasi sudah jalan berapa? 25 tahun ya. Dana sudah kita turunkan ke tiap desa. Satu miliar. Selama 10 tahun terakhir. Transfer ke daerah sudah. Kenapa jembatan untuk di desa tidak pernah dibuat? Padahal jembatan itu hanya Rp400 juta,” ujarnya.

Pernyataan tersebut kemudian mengarah pada pertanyaan mengenai efektivitas pemanfaatan anggaran yang selama ini telah disalurkan pemerintah pusat.

“Ke mana uang itu?” kata Prabowo.

Presiden menegaskan kebijakan anggaran harus berorientasi pada hasil. Artinya, alokasi APBN maupun dana yang ditransfer kepada pemerintah daerah harus dapat dikonversi menjadi pembangunan, pelayanan publik, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Pemerintah pusat, lanjut Prabowo, perlu memastikan mekanisme transfer dan pengelolaan anggaran tidak berhenti pada proses penyaluran, tetapi berlanjut hingga menghasilkan program dan pembangunan yang sesuai kebutuhan masyarakat. (Tim/TRN)

Komentar0

Type above and press Enter to search.