Tinta Rakyat Nusantara.Com, PIDIE – Peta politik di Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, mulai menunjukkan dinamika baru. Dua tokoh eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang sebelumnya dikenal sebagai kader sekaligus bagian dari tim pemenangan salah satu partai lokal, resmi menyatakan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan di Geumpang, Sabtu (18/7/2026).
Kedua tokoh tersebut yakni M. Abet Idris, mantan Keuchik Gampong Pulo Loh periode 2000–2005, dan Bahagia ZA, mantan Keuchik Gampong Pulo Loh periode 2010–2015.
M. Abet Idris diketahui pernah berperan sebagai penggalang logistik dalam struktur GAM selama masa konflik Aceh. Setelah perdamaian, ia kemudian aktif dalam tim pemenangan salah satu partai lokal di wilayah Geumpang.
Sementara itu, Bahagia ZA juga memiliki rekam jejak panjang dalam struktur perjuangan Aceh. Ia pernah mengemban sejumlah posisi, di antaranya penggalang logistik, Mukim Aceh Merdeka, Wakil Sagoe Geumpang I, hingga bidang penerangan Sagoe Geumpang I.
Pasca-penandatanganan MoU Helsinki, Bahagia ZA turut aktif dalam membesarkan salah satu partai lokal di Aceh.
Keputusan untuk bergabung dengan PSI disebut telah melalui proses pertimbangan yang matang.
“Kami sudah banyak bekerja bersama salah satu partai lokal. Suka dan duka telah kami rasakan bersama. Bahkan saat konflik, kami bisa dikatakan sebagai sisa peluru TNI yang masih hidup dan tetap setia terhadap perjuangan Aceh,” ujar M. Abet Idris dan Bahagia ZA dalam keterangannya.
Keduanya menegaskan, keputusan tersebut bukan bentuk pengingkaran terhadap perjuangan maupun hubungan masa lalu.
“Bukan berarti kami tidak setia. Untuk apa kami bertahan jika tidak dihargai. Semua yang telah kami lakukan untuk salah satu partai lokal sudah kami ikhlaskan. Kini kami memilih hijrah ke PSI sebagai tempat untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat,” tambah mereka.
Bergabungnya dua tokoh tersebut dinilai berpotensi memberikan warna baru terhadap dinamika politik di Kecamatan Geumpang dan Kabupaten Pidie.
T rival Amiruddin menilai, masuknya dua tokoh eks kombatan GAM tersebut merupakan perkembangan politik yang patut diperhitungkan.
Menurutnya, pengalaman panjang keduanya dalam perjuangan Aceh, kepemimpinan gampong, serta kedekatan dengan masyarakat menjadi modal penting bagi PSI.
“Saya melihat bergabungnya Pak Abet Idris dan Pak Bahagia ZA tentu menjadi tambahan kekuatan bagi PSI di Pidie. Keduanya memiliki pengalaman, jaringan, dan kedekatan dengan masyarakat yang telah terbangun selama bertahun-tahun. Ini merupakan modal politik yang tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujar Rival.
Ia menambahkan, dinamika perpindahan dukungan dalam politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.
“Dalam politik, perpindahan pilihan merupakan hal yang biasa. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh elemen politik tetap mengedepankan persaingan yang sehat dan bersama-sama membangun Aceh, khususnya Geumpang,” pungkas Rival.
(Zainal/Editor:Red).

Komentar0