GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Diduga Pembangunan Gedung PAUD di Blang Senong Tanpa Papan Informasi, Warga Soroti Transparansi Proyek


Tinta Rakyat Nusantara.Com, Aceh Timur – Pembangunan Gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Blang Senong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, proyek yang sedang berlangsung tersebut diduga tidak dilengkapi papan informasi proyek sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan pantauan tim media di lokasi pada Sabtu (13/6/2026), tidak ditemukan papan informasi yang memuat sumber anggaran, nilai proyek, pelaksana kegiatan, maupun waktu pelaksanaan pekerjaan. Selain itu, para pekerja juga terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) atau perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Salah seorang pekerja yang ditemui di lokasi mengaku tidak mengetahui secara rinci asal-usul proyek tersebut.

"Kami tidak tahu ini proyek apa dan dari mana sumber anggarannya. Kami hanya bekerja sesuai perintah," ujar seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya.

Menurut informasi yang dihimpun, sebagian besar pekerja yang terlibat dalam pembangunan tersebut diduga memiliki hubungan keluarga dengan pihak pengelola PAUD.

Sementara itu, Kepala Desa (Keuchik) Blang Senong, Dede Mulyono, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pembangunan gedung PAUD tersebut tidak pernah dikoordinasikan dengan pemerintah desa.

"Memang tidak ada koordinasi dengan pihak gampong. Sampai sekarang juga belum ada papan informasi proyek yang dipasang di lokasi pembangunan," ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Pemuda Gampong Blang Senong. Ia mengaku menerima laporan dari masyarakat terkait pembangunan gedung PAUD yang dilakukan tanpa papan proyek dan tanpa musyawarah dengan pemerintah desa maupun warga setempat.

Menurutnya, selain tidak adanya transparansi mengenai sumber dan besaran anggaran, warga juga mempertanyakan proses pelaksanaan proyek yang dinilai kurang melibatkan masyarakat sekitar.

"Warga mempertanyakan kenapa tidak ada papan proyek. Kami juga tidak mengetahui berapa nilai anggaran pembangunan gedung PAUD tersebut. Selain itu, masyarakat menilai tenaga kerja yang digunakan didominasi oleh keluarga pengelola PAUD," ungkapnya.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait transparansi pengelolaan anggaran serta mekanisme pelaksanaan proyek yang sedang berjalan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pembangunan gedung tersebut diduga berasal dari program di bawah subbidang pendidikan PAUD Kabupaten Aceh Timur. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan Anak Usia Dini Kabupaten Aceh Timur, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan media.

Masyarakat berharap pihak berwenang dapat memberikan penjelasan terkait sumber pendanaan, mekanisme pelaksanaan, serta kepatuhan terhadap aturan transparansi publik dalam pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.

(Tim Liputan).

Komentar0

Type above and press Enter to search.