Tinta Rakyat Nusantara.Com, Pontianak – Komitmen dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) terus diperkuat oleh Korps Lalu Lintas Polri bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Barat melalui kegiatan bertajuk “Polantas Menyapa Ojol” yang digelar di sebuah kafe kawasan Jalan Veteran, Kota Pontianak, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung santai namun penuh makna tersebut menjadi wadah komunikasi dua arah antara jajaran kepolisian dengan para pengemudi ojek online (ojol). Melalui pendekatan humanis dan edukatif, Korlantas Polri berupaya membangun sinergi yang lebih kuat dengan komunitas pengemudi daring yang setiap hari berinteraksi langsung dengan kondisi lalu lintas di lapangan.
Mengusung tema lokal “Kite Semue Pahlawan Keselamatan di Jalan”, kegiatan ini menjadi simbol ajakan kepada seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama mengambil peran aktif dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.
Acara diawali dengan sambutan Direktur Lalu Lintas Polda Kalbar, Valentino Asmoro yang menyampaikan apresiasi kepada para pengemudi ojek online yang hadir.
Dalam sambutannya, Valentino Asmoro menegaskan bahwa pengemudi ojol memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya ketertiban lalu lintas. Sebagai pengguna jalan yang aktif setiap hari, para pengemudi ojol dinilai memiliki pengalaman dan pemahaman langsung terhadap berbagai dinamika lalu lintas yang terjadi di Kota Pontianak.
Menurutnya, kolaborasi yang baik antara kepolisian dan komunitas ojol dapat menjadi langkah efektif dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berkendara. Selain itu, sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas serta menekan angka pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Prianto. Kehadirannya menjadi bukti keseriusan Korlantas Polri dalam membangun komunikasi yang lebih dekat dengan komunitas transportasi daring.
Dalam arahannya, Prianto menjelaskan bahwa program “Polantas Menyapa” merupakan agenda nasional yang dilaksanakan di berbagai daerah sebagai bentuk pendekatan persuasif kepada masyarakat, termasuk komunitas ojek online.
Menurutnya, pengemudi ojol merupakan mitra strategis kepolisian karena sebagian besar aktivitas mereka berlangsung di jalan raya. Dengan mobilitas yang tinggi, para pengemudi dapat menjadi sumber informasi yang sangat berharga terkait kondisi lalu lintas, potensi gangguan keamanan, hingga titik-titik rawan kecelakaan.
Ia juga mengajak para pengemudi untuk tidak ragu menyampaikan masukan, kritik, maupun saran konstruktif kepada kepolisian. Partisipasi aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam mendukung perbaikan sistem keselamatan jalan dan pelayanan lalu lintas yang lebih optimal.
Tidak hanya menjadi forum diskusi dan penyampaian aspirasi, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi keselamatan berkendara yang bermanfaat bagi para peserta. Melalui Ditlantas Polda Kalbar, para pengemudi ojol mendapatkan pembekalan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) lalu lintas.
Materi tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar para pengemudi ketika menghadapi situasi darurat di jalan raya sebelum petugas medis tiba di lokasi. Sosialisasi ini dinilai penting mengingat pengemudi ojol sering kali menjadi pihak pertama yang berada di lokasi kejadian kecelakaan.
Dengan pemahaman yang benar mengenai langkah-langkah pertolongan awal, diharapkan risiko cedera yang lebih parah dapat diminimalkan serta keselamatan korban dapat lebih terjaga.
Selain itu, peserta juga diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, menggunakan perlengkapan berkendara sesuai standar, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta menjaga etika selama berada di jalan.
Melalui kegiatan Polantas Menyapa Ojol, Korlantas Polri bersama Ditlantas Polda Kalbar berharap dapat membangun hubungan yang semakin erat dengan komunitas ojek online sebagai salah satu elemen penting pengguna jalan.
Semangat “Kite Semue Pahlawan Keselamatan di Jalan” diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas, angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Kota Pontianak diharapkan terus menurun.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa mewujudkan Kamseltibcar Lantas bukan hanya menjadi tugas kepolisian semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan. Melalui komunikasi, edukasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan, terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat dapat diwujudkan secara nyata.
(*/Dwi-Red).


Komentar0